Lelaki Penyendiri

Ada kondisi dimana aku seakan tidak tahu apa yang harus aku lakukan, menatapi sebidang layar kaca yang tengah memutar lagu-lagu kesukaanku, menghayati dentingan lirik-lirik cinta yang selalu menyadarkan kesendirianku. Dikala yang sama khayalku kemudian membawaku kepada lingkaran imaji yang ditiap jaraknya menyimpan banyak tanya dan satu per satu akanku temukan jawabnya.

Seketika sekelebat bisik terdengar jelas ditelingaku, "Kamu lelaki penyendiri, tertawa dalam sepi, menangis dan ingin berlari”

Adakalanya menyendiri sungguh membuat aku tak tahankan diri, menganggu gerak fikir yang ingin lepas dalam tali kekang sepi, tapi disaat yang lain sepi justru menjadi teman terbaik menemukan kesejatian diri.

Aku ingin ada kamu disini, menemaniku dalam langkah teratur dan membawa asa ke arah yang baru, menjadi orang baru serta hidup dalam dunia tanpa haru. Bilakah kamu datang untukku, bilakah waktu menyatu untuk kamu dan aku, menyadarkan ku dengan segala kekuranganku dan menjunjungmu dengan segala kelebihanmu, terpaut dalam ikatan biru merah jambu.

Aku tahu kamu masih tergantung jauh disana, lelakiku. Betapapun aku sangat merindukan saatnya tiba, aku ingin kamu hadir sebagai sosok pencinta, penghapus dahaga atas rindu yang tak ternoda. Cepatlah datang karena aku tak ingin hilang tanpa kasih sayang.

Advertisement

About Ed Sinmau

I’m GAY, none could change the way who I am but God, and please… be kind to me, ‘cos I could be more and more kind to anyone for sure. I am mature, anthusiastic, a dreamer, writer wanna be, good listener, yet nothing special for real, formerly heartbroken, that was my destiny, and happy, you won’t believe that me myself is the most happiest person in the universe =)
This entry was posted in love and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Lelaki Penyendiri

  1. Anonymous says:

    tak selamanya kesendirian itu membunuhmutak selamanya juga kesepian mengganggumu :) keep smile-vendi-

  2. Syuaa says:

    Sendiri ya? hmm gue malahan merasa bahagia dikesendirian, jadi risih di keramaian. enjoying kesendirian menjadi kebutuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s