Ekspektasi dua sisi

Kadang gw berfikir dan bertanya dalam hati,
“apakah orang seperti gw masih patut merasakan indahnya cinta?”

Ketika mereka semua hanya bisa tertawa dikala gw masih saja berkutat dengan hal-hal yang tidak lagi penting menurut mereka disaat gw sebutkan sebaris kata yang menunjukkan panjang usia yang telah gw lalui sejak pertama kali marasakan hirup udara dunia. Ketika beberapa diantara mereka sedang berjaya menjalani laluan cerita tentang betapa bahagianya mereka menjalani hidup bersama orang yang mereka sayang. Silakan tertawa, bahkan jutaan kalimat bodoh tidak satupun yang mendapat ruang dihati gw.

No… No… tidak sekerat iripun menghinggapi otak gw, itu hidup mereka dan gw yakin mereka memang patut mendapatkannya atas usaha yang telah mereka perjuangkan. Hanya saja sebentuk dorongan rasa seketika menghentak kuat seakan ingin menghambur bebas dari tubuh gw, apa yang harusnya gw lakukan untuk bisa berlapang dada mengahadapi semuanya?

Disatu saat gw begitu terpukul ketika gw harus menerima kenyataan pahit bahwa lagi-lagi sebuah kondisi memaksa gw untuk terpuruk dan membeku disudut ruang dengan gejolak hati yang terabaikan, tapi disaat yang sama diruang yang berbeda diujung sana sesosok makhluk juga sedang mengalami hal yang sama dengan derai tak tertahan dan jutaan cacian yang tertuju pada gw.

Tanpa gw sadari, gw sedang mengabaikan disaat gw terabaikan, gw sedang menyiksa disaat gw sedang tersiksa, seseorang sedang meratapi nasibnya ketika gw dengan segala kesedihan juga meratapi nasib gw sebagai makhluk yang terbuang. Apakah ini yang harus gw terima ketika gw menafikan keinginan seseorang untuk masuk dalam kehidupan gw? Yang kemudian gw juga harus merasakan bagaimana perihnya ketika ingin yang gw punya dinafikan oleh orang yang gw cinta?

Untuk seseorang disudut sana, dengan segala harap aku menghaturkan ribuan maaf atas apa yang telah aku lakukan. Sungguh, sakit yang kamu rasakan sudah benar-benar terbalas dengan sempurna, aku patut mendapatkannya.

http://tanya.lelaki.in/swf/audio_player_black.swf?audio_file=http://www.tumblr.com/audio_file/863458255/tumblr_l66w5hOpNu1qcpvgz&color=FFFFFF

About EdOrdi

I’m GAY, none could change the way who I am but God, and please… be kind to me, ‘cos I could be more and more kind to anyone for sure. I am mature, anthusiastic, a dreamer, author wanna be, good listener, yet nothing special for real, formerly heartbroken, that was my destiny, and happy, you won’t believe that me myself is the most happiest person in the universe =)
This entry was posted in love and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Ekspektasi dua sisi

  1. Zi says:

    pertamaxxxxx!!!eh om, aku tau ga sih ceritanya yang ini??om jangan sedih yaa… suatu hari, penantian itu akan berbuah maniiiis skali…

  2. Zi says:

    "Ketika beberapa diantara mereka sedang berjaya menjalani laluan cerita tentang betapa bahagianya mereka menjalani hidup bersama orang yang mereka sayang. Silakan tertawa, bahkan jutaan kalimat bodoh tidak satupun yang mendapat ruang dihati gw."om.. maapin yah kalo aku kesannya tertawa diatas penderitaan… maapppp

  3. sinmau says:

    Hahaha… say, lagi keranjingan kaskus yah sama yy :) OMG darling… sumpah beneran kalimat itu ngga sama sekali ada hubungannya sama zi, Zi udah tau kok detailnya… beneran deh :D

  4. Zi says:

    iyah :D hihihi kaskussssoh syukur deh…. om jangan sedih yaaaa

  5. maksud lo 'sbagai makhluk yang terbuang' gimana , say ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s