Argi : "Yank, liat ini deh… http://www.youtube.com/watch?v=4gTmNr1Bx2E "
Gue : "Apaan tuh??"
Argi : "Kamu liat aja dulu…"
Gue : "Anjriiiit, cakep-cakep amat… itu boyband mana, dari MY yah??"
Argi : "Bukaaaaaannn… itu Indonesia"
Gue : "What??? hahaha"
Argi : "Kenapa?? homo banget yah LOL"
Gue : "Loh, kamu tau dari mana?? mereka bilang kalo mereka homo??"
Argi : "Ngga sih, liat aja deh gayanya 4LAY banget kan?? Soooo Gaaayy"
Gue : "4LAY gimana sih, mereka bagus kok"
Argi : "dari mukanya aja udah keliatan banget kalo mereka Homo, LOL"
*sengaja nyuekin argi buat nonton video-nya hahaha….
trus aku langsung search info tentang mereka di google, dapet fans Page mereka dan beberapa blog yang bahas tentang existensi mereka. Dari situ aku tau kalo mereka sedang jadi topik pembicaraan bahwa mereka memplagiat gaya boyband Korea 2PM dan Super Junior…
Ga peduli, yang jelas performance mereka cukup baguss… tapi akan lebih bagus lagi kalo yang mereka tampilin adalah kreatifitas special yang bisa menggambarkan karakter boyband mereka… maju terus buat SM*SH 
Gue : "Sayang, maaf aku lebih suka mereka ketimbang Super Junior dan 2PM Idola kamu itu, hahaha…"
Argi : "LOL, kamu kan sukanya memang yang tampang-tampang pribumi gitu, hahaha"
Gue : "Hahaha, iya… kaya kamu"
*So sweeeeettt….

Ada kondisi dimana aku seakan tidak tahu apa yang harus aku lakukan, menatapi sebidang layar kaca yang tengah memutar lagu-lagu kesukaanku, menghayati dentingan lirik-lirik cinta yang selalu menyadarkan kesendirianku. Dikala yang sama khayalku kemudian membawaku kepada lingkaran imaji yang ditiap jaraknya menyimpan banyak tanya dan satu per satu akanku temukan jawabnya.
Tiga tahun, dalam sebuah kisah bisa jadi rentang yang akan terasa cukup panjang bagi sebuah penantian tapi dikisah yang lain akan menjadi rentang yang sangat singkat bila harus diakhiri dengan perpisahan. Ukuran waktu kembali terlihat sebagai sesuatu yang relatif terhadap kondisi, sebuah tanya kemudian tersirat, apakah cinta yang membuatnya menjadi relatif? Penantian dan Perpisahan.
Terlahir dari keluarga yang memiliki wawasan keagamaan yang cukup terbatas membuat gw harus banyak belajar tentang makna keTuhanan, terlebih ketika akhirnya gw ketahui bahwa ternyata kedua orang tua gw tadinya memiliki keyakinan yang berbeda. Tapi itu semua tidak kemudian membuat gw harus menjadi makhluk tak berTuhan lantaran harus berusaha mencari kesejatian Tuhan diantara dua ajaran yang cukup berbeda, seperti yang pernah gw ketahui dalam sebuah quote, “Mengapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda jika Dia hanya ingin disembah dengan satu cara?” cin(T)a.
Ketika mereka semua hanya bisa tertawa dikala gw masih saja berkutat dengan hal-hal yang tidak lagi penting menurut mereka disaat gw sebutkan sebaris kata yang menunjukkan panjang usia yang telah gw lalui sejak pertama kali marasakan hirup udara dunia. Ketika beberapa diantara mereka sedang berjaya menjalani laluan cerita tentang betapa bahagianya mereka menjalani hidup bersama orang yang mereka sayang. Silakan tertawa, bahkan jutaan kalimat bodoh tidak satupun yang mendapat ruang dihati gw.